Sebelum membaca seluruhnya, saya harap semua yang membaca Tips saya ini tidak berfikir negatif, saya tidak bermaksud untuk menyombongkan diri maupun untuk menjelekkan ataupun menyindir temen saya, tapi ini murni dari pikiran saya sendiri dan tidak ada keterkaitan dengan pihak lain manapun.Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi pembaca. Amin.
Dari Pengalamanku kurang lebih (+/-) di 20 Perusahaan :
1. Berdoa dan usahakan sebelum tes telfonlah Bapak/Ibu walaupun lagi marahan sekalipun. Mintalah Doa pada Bapak dan Ibu
..kasiatnya sangat amat mujarab. Aku pernah mencoba dan merasakan sendiri hasilnya luar biasa.
2. Harus Jujur, kalau kamu tidak jujur=> sampai 7 turunan pun, saya yakin kamu akan sangat amat sulit mendapatkan dan MUNGKIN TIDAK AKAN PERNAH SEKALIPUN mendapatkan pekerjaan (kalau ingin bekerja diperusahaan). Apapun itu resikonya, maka dari itu jujurlah (Hargailah dirimu sendiri) karena itulah kamu,=> Tuhan Maha Tahu.
3. Duduk dengan tegap, usahakan sebelum duduk, apabila tempat duduknya banyak cari posisi yang tepat yaitu dekat atau berhadapan dengan HRD nya (jangan mengambil posisi duduk yang jauh dari HRD), dan jangan lupa sebelum duduk dilihat dulu ada barang dikursi atau tidak (jangan asal duduk).
4. Jangan bersadar pada kursi, kalau anda bersandar pada kursi itu menandakan bahwa kamu MALAS. Jadi posisi duduk agak maju sedikit.
5. Posisi badan tegap, tangan lurus kebawah atau diatas paha (saat duduk), tangan jangan diatas meja kecuali posisi tangan HRD nya juga di atas meja, boleh diatas meja asal hanya menempel sedikit di pinggiran mejanya (jangan diatasnya=kurang sopan), lihat situasi konsidi juga lah.
6. Jangan Grogi = santai saja, anggap saja itu teman kamu, dan cara yang pernah saya tempuh agar tidak pernah grogi adalah tidak terlalu berharap pada perusahaan itu. Sebaik apapun itu prospek kedepan (pokoknya jangan berharap). Coba deh
.saya pernah mencoba dan berhasil dan salah satu teman saya pernah mencoba dengan tidak berharap pada perusahaan tersebut
..dan sekarang masuk sampai tes ke4. Coba deh
.jangan lupa
..masih banyak kesempatan lain. Semoga sukses ya.
7. Usahakan tersenyum saat diwawancara, sedikit aja
..itu menandakan kamu RAMAH sama semua orang.
8. Jaga kontak mata, kalau ada pewawancara lebih dari 1 ya usahakan jangan melihat satu orang saja, tapi semua dilihat, dan pandangannya kearah MATA, HIDUNG DAN Diantara mata kanan kirinya(ditengah-tengah). Jangan menunduk saat wawancara
.nggak bakal ada uang receh jatuh. Berikan yang terbaik dengan cepat menaggapi situasi saat wawancara. OK.
9. Saat ada pertanyaan dari HRD jawab dengan cepat, tepat dan logis. Ingat semua bentuk pertanyaan harus ada dasarnya jangan asal jawab. Dan jangan menjawab pertanyaan sebelum selesai sekalipun kita tahu jawabannya.
10. Usahakan memakai pakain yang polos, rapi, jangan memakai pakain yang terlalu mencolok banget (Merah Baget). Pokoknya yang keren kalau dilihat ada AURA Kepemimpinan, fresh lah.
11. Dan yang tak kalah penting adalah dengan bersabar apabila ada pertanyaan yang membuat kita jadi EMOSI. Misalnya ADA PERTANYAAN BEGINI: Deskripsikan semua seminar yang pernah kamu tempuh? Setelah selesai kamu mendeskripsikan, HRD nya menjawab: Kok kamu nggak bisa JELAS ya mendeskripsikan seminar yang pernah kamu ikuti, berarti seminar kamu kemarin gagal dong?. Nah kadang kita tuh EMOSI, meskipun sebenarnya HRD nya sendiri juga belum tentu ingat seminar yang pernah ditempuhnya waktu kuliah dulu
ingat jangan balik bertanya, jangan EMOSI, tetaplah menjawab dengan bijak dan lapang dada. Misalnya kamu menjawab: Maaf Bapak/Ibu saya lupa, tapi dengan senang hati apabila ada kesempatan lagi, saya akan presentasi didepan bapak/ibu apabila dianjurkan dan dengan senang hati pula saya akan menjawab pertanyaan dari Bapak/Ibu berikan. Ingat Jangan Emosi tapi jawab dengan BIJAK.
12. Untuk kalimat yang terakhir ini, Saya mau minta tolong kepada seluruh Alumni YKPN. Dari hasil pantauan saya dilapangan ada beberapa temen kita yang tidak tahu mengenai JPC & Googlegroup YKPN, aku sendiri juga heran entah apa tidak pernah kebasement (bagian admin) atau karena apa, maka dari itu sebaiknya kita mensosialisasikan kepada temen kita bahwa kita PUNYA INFO LOWONGAN JPC khusus untuk alumni YKPN & Googlegroup YKPN. Caranya memberi tahu melalui SMS. Itu realita, karena saya telfon kebeberapa temen yang baru lulus, yang saya lihat dari buku kenangan (meski belum pernah ketemu sekalipun), mereka bilang tidak tahu sama sekali (padalah sudah ada dibuku kenangan sekalipun). SO
..KITA WAJIB UNTUK BANTU TEMEN KITA SENDIRI YANG LAGI MEMBUTUHKAN INFO PEKERJAAN.
* Jangan pernah merasa tersaingi dari temen kita. Tapi berikan yang terbaik bagi teman kita, dan kita melangkah bersama. Kita mungkin tidak di panggil untuk tes wawancara ataupun tes tulis, tapi kita harus bangga ada Alumni YKPN (temen kita) yang lolos, dan patut kita dukung. Tapi kalau info lowongan saja kita PELIT, kita tidak akan mendapatkan apa-apa, dan kalaupun mungkin kita maju untuk tes belum tentu juga lolos.
..ingat kita tes bukan hanya dari YKPN tapi seluruh Indonesia Coy. Jadi kita harus merubah SIKAP yang kurang bagus seperti itu. So, kalau kita tidak lolos tes
.masih ada temen Se-Alumni YKPN yang berada dibelakang kita. Seperti dalam buku yang pernah saya baca MENUMBUHKAN SIKAP KEBERSAMAAN DIBAWAH HUBUNGAN YANG AKRAB & HARMONIS (Seperti dalam bukunya John C. Maxwell, Membina hubungan 101). So, apa gunanya kita PELIT info lowongan. Bagi saya tidak ada kata tersaingi kalau kita Se-Alumni. Bayangkan kalau kita dipanggil tes tapi tidak ada satupun teman Se-Alumni YKPN? Rasanya seperti KUTUK MARANI SUNDHUK (Pribahasa Jawa). Percayalah Tuhan memberikan yang terbaik bagi Kita. Amin.
[sumber: herman hendrawan]
Showing posts with label sukses. Show all posts
Showing posts with label sukses. Show all posts
Monday, May 15
Wednesday, May 3
Kepercayaan Diri & Kesuksesan
Jika Anda sempat membaca brosur penawaran dari workshop di atas, Anda bisa membaca kalimat pertamanya berbunyi demikian:
"Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?"
Jawaban dari pertanyaan itu jelas: "Senang sekalee...!"
Satu hal yang bisa diterjemahkan dari rasa senang itu, adalah bahwa dengan sebuah jaminan "tidak mungkin gagal", Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan apapun tentang diri Anda dan tentang apa yang Anda lakukan. Anda menikmatinya, Anda enjoy menempuh perjalanan. Itulah rasa senang Anda.
Anda bisa senang -- alias bahagia, HANYA JIKA Anda bisa memastikan bahwa arah perjalanan Anda memang sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai hal itu. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai diri Anda sendiri.
Seorang nenek tua yang sebatang kara, dan hidup hanya dari membuat sapu lidi, bisa lebih berbahagia dari pada kita. Itu bisa terjadi HANYA JIKA ia sangat mempercayai apa-apa yang ada di dalam dirinya.
Percaya?
Diri sendiri?
Ya! Itulah yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan karena jaminan tercapainya sukses dan keinginan Anda, adalah tentang rasa percaya diri. Kepercayaan dirilah yang membuat Anda tidak mungkin gagal mencapai apapun yang Anda inginkan. Untuk menghindari kegagalan mencapai keinginan, Anda perlu menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Mulai dari keinginan awal sampai keinginan puncak Anda.
Jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang pemimpin yang berhasil, maka Anda perlu mengetahui bahwa Anda memerlukan rasa percaya diri, agar Anda bisa bertindak dan bergerak dengan efisien dan efektif menuju keinginan puncak Anda. Begitu pula, jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang marketer yang berhasil. Anda juga perlu percaya diri bahwa Anda saat ini memang sedang bergerak ke arah keinginan puncak itu. Inilah yang berlaku untuk APAPUN keinginan puncak Anda.
Untuk apa pun yang Anda inginkan, Anda memerlukan rasa percaya diri. Hanya dengan percaya diri, Anda bisa menikmati perjalanan Anda menuju keinginan puncak Anda, dengan rasa senang dan bahagia.
Persoalannya begini. Rasa percaya diri pada dasarnya adalah sebuah keahlian yang bisa dipelajari. Ia bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari proses belajar terus-menerus. Uniknya, Anda biasanya memperoleh rasa percaya diri dengan proses yang tidak disadari. Itu sebabnya, banyak orang yang mempertanyakan diri sendiri:
"Saya sebenarnya ingin menjadi ..., tapi kok kayaknya mustahil ya?"
Pertanyaan itu mencerminkan rasa percaya diri yang belum optimal, akibat kebiasaan menunggu datangnya rasa percaya diri. Orang ini lupa, bahwa percaya diri memang tidak bisa ditunggu. Percaya diri harus dibangun dengan berbagai kesadaran. Blunder seperti ini mirip dengan gambaran berikut.
Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa seseorang yang berhasil -- karena sukses bisnis, karena jabatan puncak, karena kekayaan melimpah, karena ketenaran sejagat, karena kehebatan selangit, karena keahlian yang luar biasa dan sebagainya, cenderung lebih percaya diri?
Padahal, saat orang itu masih baru datang dari kampung sebagai orang udik yang baru memulai segalanya, jelas sekali ia bukan orang yang penuh percaya diri. Keberhasilannya mencapai berbagai keinginan telah membuatnya menjadi orang yang sangat percaya diri. Bagaimanakah ia bisa mentransformasi dirinya dari kurang percaya diri menjadi sangat percaya diri?
RAHASIA PERCAYA DIRI
Salah satu rahasia dari percaya diri adalah achievement atau pencapaian. Dalam gambaran di atas, jelas sekali bisa dilihat bahwa pencapaian akan meroketkan rasa percaya diri seseorang.
Namun demikian, Anda mungkin akan berkata, "Bukankah untuk mencapai sukses itu juga perlu percaya diri?" Percaya bahwa diri Anda memang bisa sukses dan bahagia? Ya! Memang demikian seharusnya.
Maka, muncullah paradoks yang membingungkan itu.
Anda punya keinginan. Dengan mencapainya, Anda akan lebih percaya diri. Dengan menjadi sukses, Anda akan merasa aman karena jaminan berbagai hal (uang, jabatan, akses, ruang gerak, keamanan, kemapanan, dan sebagainya), yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih mudah dan bahagia.
Lucunya, untuk mencapai semua itu diperlukan juga rasa percaya diri, agar Anda bisa menikmati perjalanan menuju keinginan puncak, dengan rasa senang dan bahagia. Sebab, Anda tentu tidak ingin menunda kebahagiaan Anda. Yang ada, adalah bahagia sekarang, makin bahagia kemudian, dan lebih bahagia lagi dan lebih bahagia lagi.
Di sinilah perlunya, Anda menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Keinginan puncak Anda harus diurutkan lagi menjadi rantai dari berbagai keinginan. Dengan satu per satu mencapai mata rantai keinginan itu, maka Anda telah membangun berbagai achievement, yang pada akhirnya akan bermuara pada achievement puncak Anda. Dengan demikian, Anda akan percaya diri dalam menjalani proses, dan sekaligus percaya diri dalam menikmati tercapainya keinginan. Artinya, Anda akan berbahagia menikmati proses, dan Anda akan berbahagia menikmati hasil.
Sekarang, di manakah letaknya titik awal dari 'rantai keinginan Anda' itu?
Percayalah, mata rantai keinginan yang pertama adalah KEINGINAN UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI!
Kesuksesan akan mendekatkan kebahagiaan. Kesuksesan menciptakan kenyamanan. Kesuksesan akan membuat Anda lebih percaya diri menghadapi dunia dan seisinya. Untuk mencapainya, Anda juga memerlukan rasa percaya diri. Maka, KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRILAH yang pertama kali harus Anda puaskan! Itulah achievement pertama Anda.
Inginkah Anda lebih percaya diri, dengan melihat percaya diri sebagai sebuah konsep dan keahlian, karena ia memang tidak bisa ditunggu begitu saja? Jika Anda memang menginginkannya, marilah kita lihat bagaimana keinginan Anda.
KEINGINAN HARUS DICIPTAKAN SECARA SADAR
Anda dilahirkan untuk dua hal. Menjadi penakluk, atau pihak yang ditaklukkan. Yang manakah yang Anda inginkan?
Jika Anda tidak ingin menjadi penakluk, maka Andalah yang akan ditaklukkan. Anda akan ditaklukkan oleh emosi Anda, oleh ketakutan Anda, oleh rasa ketidaknyamanan Anda, oleh rasa was-was Anda dan oleh berbagai perilaku buruk Anda.
Keinginan, persis seperti otot Anda. Use it or lose it! Semakin sering Anda MELATIH KEINGINAN dengan mengikutinya menjadi tindakan nyata, maka keinginan Anda akan semakin kuat. Demikian seterusnya. Dan jika Anda berhasil memupuknya, maka Anda telah membuka jalan untuk menelusuri rantai keinginan Anda sampai ke puncaknya. Itulah kekuatan keinginan.
Maka, salahlah orang yang mengira bahwa keinginan adalah benda statis yang pasif dan melintas begitu saja. Sebaliknya, keinginan adalah benda hidup yang bisa DICIPTAKAN, DITUMBUHKAN dan DIBESARKAN semaksimal mungkin. Batasnya hanyalah akal dan keterbatasan manusia. Keinginan yang besar ada pada diri setiap orang. Hanya saja, ada yang memilih untuk menghentikannya, atau menganggap itu bukan keinginannya, atau merasa tidak mungkin bisa mencapainya, dan ada pula yang percaya pada keinginannya dan sangat ingin mencapai apa yang diinginkannya.
Keinginan seorang anak TK untuk menjadi dokter, belum merupakan keinginan puncak. Itu keinginan anak-anak. Saat anak itu bertambah usia, keinginan itu akan dibreakdown menjadi keinginan untuk terus sekolah sampai SMU, dan kemudian keinginan untuk kuliah di fakultas kedokteran.
Saat kuliah, keinginan itu sangat mungkin bisa 'gembos' di tengah jalan. Misalnya, karena orangtuanya bangkrut, tidak bisa membiayai lagi, dan dirinya sendiri belum bekerja. Haruskah keinginannya itu dipupuskan? Tidak! Keinginan itu sebenarnya tetap bisa dipertahankan, sehingga keinginan itu tetap bisa dicapai. Jika ia bisa mempertahankan keinginan itu, maka keinginan itu telah menjadi keinginan puncaknya. Setidaknya, sampai ia selesai kuliah. Menjadi dokter, dan mulai MENCIPTAKAN keinginan puncak yang baru, yang lebih tinggi dan lebih besar lagi.
Lantas, bagaimanakah Anda harus melatih keinginan Anda, dari sekedar 'kepengen' alias 'mupeng', menjadi keinginan yang terus tumbuh dan berkembang menjadi keinginan puncak Anda? Bagaimanakah Anda bisa memelihara dan mengobarkan semangat, kemauan dan keinginan Anda?
MELATIH KEINGINAN
Setiap hari Anda dihadapkan pada berbagai pilihan. Waspadalah. Bukan tidak mungkin, Anda telah merasa memilih sesuai keinginan, padahal itu hanyalah selera atau bahkan nafsu yang lebih rendah. Anda harus membedakan keinginan yang positif dan mendukung tercapainya keinginan puncak Anda, dari 'sesuatu' yang hanya merupakan 'keinginan palsu' dan sebenarnya cuma nafsu.
Jika Anda biasa memilih bakso daripada siomay untuk jajan, mengapakah Anda tidak mencoba melatih keinginan dengan lebih sering memilih siomay? Jika Anda biasa menutupnya dengan teh botol, mengapakah tidak mencoba untuk secara sadar memilih es campur? Keluarlah dari kebiasaan yang itu-itu saja. Dobraklah zona kenyamanan Anda. Percayalah, nanti Anda justru akan memperluasnya.
Inilah latihan untuk keinginan Anda. Inilah yang akan MEMPERKUAT keinginan Anda. Inilah yang akan mengantarkan Anda ke puncak keinginan Anda. Inilah yang akan membuat Anda mencapai cita-cita.
Memilih adalah tindakan nyata dari keinginan Anda. Bukan hanya selera atau nafsu, akan tetapi benar-benar KEINGINAN yang Anda CIPTAKAN. Maka, suka atau tidak suka adalah barang yang kurang relevan.
Yang penting adalah, MUNCULKAN keinginan yang tetap berada di rantai keinginan Anda, yang mengarah pada keinginan puncak, lalu lakukan! JUST DO IT!
Ingatlah bahwa ini tidak mudah. Gandhi mengatakan "effort brings discomfort", dan Helmy Yahya mengatakan, "Sukailah apa yang Anda kerjakan, bukan kerjakan apa yang Anda sukai."
Dengan melatih dan membiasakan diri, Anda akan selalu senang dengan pilihan Anda. Meski itu tidak sesuai dengan selera dan nafsu Anda. Dan Anda, tidak akan bisa menjalaninya tanpa memahami dan menelusuri rantai keinginan Anda sendiri.
Anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda tahu apa yang perlu Anda lakukan. Yang jelas, itu semua bukan tentang apa yang Anda tahu, melainkan tentang apa yang Anda lakukan.
MEMPERKUAT KEINGINAN
Chuck Gallozzi memberi 6 tips tentang bagaimana memperkuat keinginan Anda.
1. FOKUS ULANG
Ketahuilah, bahwa di dalam diri setiap orang ada motivasi yang amat besar. Apa yang diperlukan adalah melepaskan motivasi itu dari belenggunya. Untuk bisa membebaskan motivasi itu, Anda perlu mempertahankan fokus. Fokus pada apa? Fokus pada kesenangan, kebahagiaan, atau kenyamanan yang akan Anda dapatkan, jika Anda berhasil mencapai keinginan. Dan bukan sebaliknya, fokus pada upaya dan kerja keras untuk mencapainya. Anda memang tak perlu fokus ke sini, sebab upaya dan kerja keras itu sudah pasti.
2. UBAH PERILAKU
Perilaku yang tepat akan menjadikan Anda lebih efektif dalam menentukan sasaran, dalam memahami dan mengidentifikasi rantai keinginan Anda. Dasar terpenting dari semua perilaku yang tepat, adalah menerima jargon "no pain no gain" sebagai sebuah kenyataan.
3. LATIHAN
Ya. Seperti yang di atas. Latihan akan menciptakan kebiasaan. Kebiasaan akan menciptakan perilaku. Perilaku akan membuka jalan pada tindakan. Dan tindakan, adalah wahana untuk mencapai keinginan.
4. KONVERSI FRUSTRASI MENJADI ENERGI
Muhammad Ali mengatakan, "Hanya orang yang tahu persis rasanya kalahlah, yang akan bisa mencapai dasar jiwanya, dan kembali ke atas dengan kekuatan untuk menang."
Kuncinya, adalah berbagai hal yang positif; positif thinking, positif feeling, positif knowing. Dan segala yang positif, dimulai dengan kekayaan dalam wawasan dan cara pandang.
Ingatlah cara Anda memandang gelas yang hanya berisi air setengahnya, apakah itu berarti:
- Setengah kosong;
- Setengah penuh; atau
- Setengah dari kapasitas, daya tampung atau kemampuannya?
5. ISTIQOMAH ALIAS PERSISTENCE
Anda harus membangun stamina dengan benar; bersyukur jika lancar, bersabar jika tidak lancar.
6. MAU BEKERJA KERAS
Ingatkah Anda akan hukum Inersia? Apa yang diam akan cenderung tetap diam, dan apa yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Mulailah bergerak, maka Anda akan makin bergerak. Gerak Anda akan makin kuat. Keinginan Anda akan makin kuat. Maka Anda akan makin mendekati puncak keinginan Anda.
KESIMPULAN
Kembali ke rantai keinginan Anda. Apapun puncak dari keinginan Anda, itulah yang menjadi ujung dari rantai keinginan Anda. Di situlah sukses dan bahagia yang Anda cita-citakan. Dalam perjalanan untuk mencapainya, Anda juga perlu merasa sukses dan bahagia. Dan keduanya, berdiri di atas fondasi percaya diri. Maka, CIPTAKANLAH mata rantai pertama dari rantai keinginan Anda, yaitu KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRI. Dengan mengikuti keinginan ini, Anda dijamin tetap berjalan di rantai keinginan menuju puncak. Inginkah Anda?
Anda tahu harus bagaimana.
[sumber: milis bicara]
"Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?"
Jawaban dari pertanyaan itu jelas: "Senang sekalee...!"
Satu hal yang bisa diterjemahkan dari rasa senang itu, adalah bahwa dengan sebuah jaminan "tidak mungkin gagal", Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan apapun tentang diri Anda dan tentang apa yang Anda lakukan. Anda menikmatinya, Anda enjoy menempuh perjalanan. Itulah rasa senang Anda.
Anda bisa senang -- alias bahagia, HANYA JIKA Anda bisa memastikan bahwa arah perjalanan Anda memang sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai hal itu. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai diri Anda sendiri.
Seorang nenek tua yang sebatang kara, dan hidup hanya dari membuat sapu lidi, bisa lebih berbahagia dari pada kita. Itu bisa terjadi HANYA JIKA ia sangat mempercayai apa-apa yang ada di dalam dirinya.
Percaya?
Diri sendiri?
Ya! Itulah yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan karena jaminan tercapainya sukses dan keinginan Anda, adalah tentang rasa percaya diri. Kepercayaan dirilah yang membuat Anda tidak mungkin gagal mencapai apapun yang Anda inginkan. Untuk menghindari kegagalan mencapai keinginan, Anda perlu menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Mulai dari keinginan awal sampai keinginan puncak Anda.
Jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang pemimpin yang berhasil, maka Anda perlu mengetahui bahwa Anda memerlukan rasa percaya diri, agar Anda bisa bertindak dan bergerak dengan efisien dan efektif menuju keinginan puncak Anda. Begitu pula, jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang marketer yang berhasil. Anda juga perlu percaya diri bahwa Anda saat ini memang sedang bergerak ke arah keinginan puncak itu. Inilah yang berlaku untuk APAPUN keinginan puncak Anda.
Untuk apa pun yang Anda inginkan, Anda memerlukan rasa percaya diri. Hanya dengan percaya diri, Anda bisa menikmati perjalanan Anda menuju keinginan puncak Anda, dengan rasa senang dan bahagia.
Persoalannya begini. Rasa percaya diri pada dasarnya adalah sebuah keahlian yang bisa dipelajari. Ia bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari proses belajar terus-menerus. Uniknya, Anda biasanya memperoleh rasa percaya diri dengan proses yang tidak disadari. Itu sebabnya, banyak orang yang mempertanyakan diri sendiri:
"Saya sebenarnya ingin menjadi ..., tapi kok kayaknya mustahil ya?"
Pertanyaan itu mencerminkan rasa percaya diri yang belum optimal, akibat kebiasaan menunggu datangnya rasa percaya diri. Orang ini lupa, bahwa percaya diri memang tidak bisa ditunggu. Percaya diri harus dibangun dengan berbagai kesadaran. Blunder seperti ini mirip dengan gambaran berikut.
Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa seseorang yang berhasil -- karena sukses bisnis, karena jabatan puncak, karena kekayaan melimpah, karena ketenaran sejagat, karena kehebatan selangit, karena keahlian yang luar biasa dan sebagainya, cenderung lebih percaya diri?
Padahal, saat orang itu masih baru datang dari kampung sebagai orang udik yang baru memulai segalanya, jelas sekali ia bukan orang yang penuh percaya diri. Keberhasilannya mencapai berbagai keinginan telah membuatnya menjadi orang yang sangat percaya diri. Bagaimanakah ia bisa mentransformasi dirinya dari kurang percaya diri menjadi sangat percaya diri?
RAHASIA PERCAYA DIRI
Salah satu rahasia dari percaya diri adalah achievement atau pencapaian. Dalam gambaran di atas, jelas sekali bisa dilihat bahwa pencapaian akan meroketkan rasa percaya diri seseorang.
Namun demikian, Anda mungkin akan berkata, "Bukankah untuk mencapai sukses itu juga perlu percaya diri?" Percaya bahwa diri Anda memang bisa sukses dan bahagia? Ya! Memang demikian seharusnya.
Maka, muncullah paradoks yang membingungkan itu.
Anda punya keinginan. Dengan mencapainya, Anda akan lebih percaya diri. Dengan menjadi sukses, Anda akan merasa aman karena jaminan berbagai hal (uang, jabatan, akses, ruang gerak, keamanan, kemapanan, dan sebagainya), yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih mudah dan bahagia.
Lucunya, untuk mencapai semua itu diperlukan juga rasa percaya diri, agar Anda bisa menikmati perjalanan menuju keinginan puncak, dengan rasa senang dan bahagia. Sebab, Anda tentu tidak ingin menunda kebahagiaan Anda. Yang ada, adalah bahagia sekarang, makin bahagia kemudian, dan lebih bahagia lagi dan lebih bahagia lagi.
Di sinilah perlunya, Anda menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda. Keinginan puncak Anda harus diurutkan lagi menjadi rantai dari berbagai keinginan. Dengan satu per satu mencapai mata rantai keinginan itu, maka Anda telah membangun berbagai achievement, yang pada akhirnya akan bermuara pada achievement puncak Anda. Dengan demikian, Anda akan percaya diri dalam menjalani proses, dan sekaligus percaya diri dalam menikmati tercapainya keinginan. Artinya, Anda akan berbahagia menikmati proses, dan Anda akan berbahagia menikmati hasil.
Sekarang, di manakah letaknya titik awal dari 'rantai keinginan Anda' itu?
Percayalah, mata rantai keinginan yang pertama adalah KEINGINAN UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI!
Kesuksesan akan mendekatkan kebahagiaan. Kesuksesan menciptakan kenyamanan. Kesuksesan akan membuat Anda lebih percaya diri menghadapi dunia dan seisinya. Untuk mencapainya, Anda juga memerlukan rasa percaya diri. Maka, KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRILAH yang pertama kali harus Anda puaskan! Itulah achievement pertama Anda.
Inginkah Anda lebih percaya diri, dengan melihat percaya diri sebagai sebuah konsep dan keahlian, karena ia memang tidak bisa ditunggu begitu saja? Jika Anda memang menginginkannya, marilah kita lihat bagaimana keinginan Anda.
KEINGINAN HARUS DICIPTAKAN SECARA SADAR
Anda dilahirkan untuk dua hal. Menjadi penakluk, atau pihak yang ditaklukkan. Yang manakah yang Anda inginkan?
Jika Anda tidak ingin menjadi penakluk, maka Andalah yang akan ditaklukkan. Anda akan ditaklukkan oleh emosi Anda, oleh ketakutan Anda, oleh rasa ketidaknyamanan Anda, oleh rasa was-was Anda dan oleh berbagai perilaku buruk Anda.
Keinginan, persis seperti otot Anda. Use it or lose it! Semakin sering Anda MELATIH KEINGINAN dengan mengikutinya menjadi tindakan nyata, maka keinginan Anda akan semakin kuat. Demikian seterusnya. Dan jika Anda berhasil memupuknya, maka Anda telah membuka jalan untuk menelusuri rantai keinginan Anda sampai ke puncaknya. Itulah kekuatan keinginan.
Maka, salahlah orang yang mengira bahwa keinginan adalah benda statis yang pasif dan melintas begitu saja. Sebaliknya, keinginan adalah benda hidup yang bisa DICIPTAKAN, DITUMBUHKAN dan DIBESARKAN semaksimal mungkin. Batasnya hanyalah akal dan keterbatasan manusia. Keinginan yang besar ada pada diri setiap orang. Hanya saja, ada yang memilih untuk menghentikannya, atau menganggap itu bukan keinginannya, atau merasa tidak mungkin bisa mencapainya, dan ada pula yang percaya pada keinginannya dan sangat ingin mencapai apa yang diinginkannya.
Keinginan seorang anak TK untuk menjadi dokter, belum merupakan keinginan puncak. Itu keinginan anak-anak. Saat anak itu bertambah usia, keinginan itu akan dibreakdown menjadi keinginan untuk terus sekolah sampai SMU, dan kemudian keinginan untuk kuliah di fakultas kedokteran.
Saat kuliah, keinginan itu sangat mungkin bisa 'gembos' di tengah jalan. Misalnya, karena orangtuanya bangkrut, tidak bisa membiayai lagi, dan dirinya sendiri belum bekerja. Haruskah keinginannya itu dipupuskan? Tidak! Keinginan itu sebenarnya tetap bisa dipertahankan, sehingga keinginan itu tetap bisa dicapai. Jika ia bisa mempertahankan keinginan itu, maka keinginan itu telah menjadi keinginan puncaknya. Setidaknya, sampai ia selesai kuliah. Menjadi dokter, dan mulai MENCIPTAKAN keinginan puncak yang baru, yang lebih tinggi dan lebih besar lagi.
Lantas, bagaimanakah Anda harus melatih keinginan Anda, dari sekedar 'kepengen' alias 'mupeng', menjadi keinginan yang terus tumbuh dan berkembang menjadi keinginan puncak Anda? Bagaimanakah Anda bisa memelihara dan mengobarkan semangat, kemauan dan keinginan Anda?
MELATIH KEINGINAN
Setiap hari Anda dihadapkan pada berbagai pilihan. Waspadalah. Bukan tidak mungkin, Anda telah merasa memilih sesuai keinginan, padahal itu hanyalah selera atau bahkan nafsu yang lebih rendah. Anda harus membedakan keinginan yang positif dan mendukung tercapainya keinginan puncak Anda, dari 'sesuatu' yang hanya merupakan 'keinginan palsu' dan sebenarnya cuma nafsu.
Jika Anda biasa memilih bakso daripada siomay untuk jajan, mengapakah Anda tidak mencoba melatih keinginan dengan lebih sering memilih siomay? Jika Anda biasa menutupnya dengan teh botol, mengapakah tidak mencoba untuk secara sadar memilih es campur? Keluarlah dari kebiasaan yang itu-itu saja. Dobraklah zona kenyamanan Anda. Percayalah, nanti Anda justru akan memperluasnya.
Inilah latihan untuk keinginan Anda. Inilah yang akan MEMPERKUAT keinginan Anda. Inilah yang akan mengantarkan Anda ke puncak keinginan Anda. Inilah yang akan membuat Anda mencapai cita-cita.
Memilih adalah tindakan nyata dari keinginan Anda. Bukan hanya selera atau nafsu, akan tetapi benar-benar KEINGINAN yang Anda CIPTAKAN. Maka, suka atau tidak suka adalah barang yang kurang relevan.
Yang penting adalah, MUNCULKAN keinginan yang tetap berada di rantai keinginan Anda, yang mengarah pada keinginan puncak, lalu lakukan! JUST DO IT!
Ingatlah bahwa ini tidak mudah. Gandhi mengatakan "effort brings discomfort", dan Helmy Yahya mengatakan, "Sukailah apa yang Anda kerjakan, bukan kerjakan apa yang Anda sukai."
Dengan melatih dan membiasakan diri, Anda akan selalu senang dengan pilihan Anda. Meski itu tidak sesuai dengan selera dan nafsu Anda. Dan Anda, tidak akan bisa menjalaninya tanpa memahami dan menelusuri rantai keinginan Anda sendiri.
Anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda tahu apa yang perlu Anda lakukan. Yang jelas, itu semua bukan tentang apa yang Anda tahu, melainkan tentang apa yang Anda lakukan.
MEMPERKUAT KEINGINAN
Chuck Gallozzi memberi 6 tips tentang bagaimana memperkuat keinginan Anda.
1. FOKUS ULANG
Ketahuilah, bahwa di dalam diri setiap orang ada motivasi yang amat besar. Apa yang diperlukan adalah melepaskan motivasi itu dari belenggunya. Untuk bisa membebaskan motivasi itu, Anda perlu mempertahankan fokus. Fokus pada apa? Fokus pada kesenangan, kebahagiaan, atau kenyamanan yang akan Anda dapatkan, jika Anda berhasil mencapai keinginan. Dan bukan sebaliknya, fokus pada upaya dan kerja keras untuk mencapainya. Anda memang tak perlu fokus ke sini, sebab upaya dan kerja keras itu sudah pasti.
2. UBAH PERILAKU
Perilaku yang tepat akan menjadikan Anda lebih efektif dalam menentukan sasaran, dalam memahami dan mengidentifikasi rantai keinginan Anda. Dasar terpenting dari semua perilaku yang tepat, adalah menerima jargon "no pain no gain" sebagai sebuah kenyataan.
3. LATIHAN
Ya. Seperti yang di atas. Latihan akan menciptakan kebiasaan. Kebiasaan akan menciptakan perilaku. Perilaku akan membuka jalan pada tindakan. Dan tindakan, adalah wahana untuk mencapai keinginan.
4. KONVERSI FRUSTRASI MENJADI ENERGI
Muhammad Ali mengatakan, "Hanya orang yang tahu persis rasanya kalahlah, yang akan bisa mencapai dasar jiwanya, dan kembali ke atas dengan kekuatan untuk menang."
Kuncinya, adalah berbagai hal yang positif; positif thinking, positif feeling, positif knowing. Dan segala yang positif, dimulai dengan kekayaan dalam wawasan dan cara pandang.
Ingatlah cara Anda memandang gelas yang hanya berisi air setengahnya, apakah itu berarti:
- Setengah kosong;
- Setengah penuh; atau
- Setengah dari kapasitas, daya tampung atau kemampuannya?
5. ISTIQOMAH ALIAS PERSISTENCE
Anda harus membangun stamina dengan benar; bersyukur jika lancar, bersabar jika tidak lancar.
6. MAU BEKERJA KERAS
Ingatkah Anda akan hukum Inersia? Apa yang diam akan cenderung tetap diam, dan apa yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Mulailah bergerak, maka Anda akan makin bergerak. Gerak Anda akan makin kuat. Keinginan Anda akan makin kuat. Maka Anda akan makin mendekati puncak keinginan Anda.
KESIMPULAN
Kembali ke rantai keinginan Anda. Apapun puncak dari keinginan Anda, itulah yang menjadi ujung dari rantai keinginan Anda. Di situlah sukses dan bahagia yang Anda cita-citakan. Dalam perjalanan untuk mencapainya, Anda juga perlu merasa sukses dan bahagia. Dan keduanya, berdiri di atas fondasi percaya diri. Maka, CIPTAKANLAH mata rantai pertama dari rantai keinginan Anda, yaitu KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA DIRI. Dengan mengikuti keinginan ini, Anda dijamin tetap berjalan di rantai keinginan menuju puncak. Inginkah Anda?
Anda tahu harus bagaimana.
[sumber: milis bicara]
Saturday, March 18
Hidup Mengalir Dengan Multi Skenario
“Aku sih hidup mengalir saja… ,” demikian celetuk seorang teman.
“Ya.. kalau mengalir tanpa terkendali itu namanya HANYUT…,” tukas saya menimpali teman tersebut.
Kebanyakan orang hidup mengalir mengikuti irama jaman. Kebanyakan orang pula bertanya-tanya kenapa hidupnya tak juga maju?
Suatu ketika, dalam sebuah pelatihan tentang analisis kompetitor di PT Telkom, kami membahas tentang pentingnya Scenario Planning bagi sebuah perusahaan. Diskusi tersebut sangat seru dan intens, mengingat selama ini seringkali hanya ada satu perencanaan tunggal yang menjadi target perusahaan di awal tahun.
“Scenario Planning bukan ditujukan untuk meramalkan masa depan. Tujuan sesungguhnya adalah untuk mengantisipasi berbagai keadaan yang mungkin terjadi…,” demikian kami jelaskan kepada peserta, mengutip pendapat Michael Porter dalam bukunya Competitive Advantage, mengenai kegunaan scenario planning.
Mengantisipasi, itu adalah sikap yang lebih tepat daripada sekedar ‘meramalkan’ masa depan. Bila meramalkan, maka kita membuat perkiraan hal apa yang paling mungkin terjadi. Sedangkan mengantisipasi berarti membuat berbagai gambaran kemungkinan yang bisa terjadi, kemudian mengambil strategi untuk bersiap terhadap semua yang mungkin terjadi tersebut. Dan itulah tujuan utama scenario planning.
Scenario Planning sendiri mulai populer di tahu 70-an ketika terjadi krisis harga minyak dunia yang tiba-tiba melambung tinggi. Saat itu bukan tidak ada minyak, tapi harga minyak melambung karena krisis politik di Timur Tengah. Shell, adalah perusahaan minyak yang telah menerapkan scenario planning. Di awal tahun 70-an, Shell membuat berbagai skenario yang mungkin terjadi, salah satunya adalah melambungnya harga minyak dunia, suatu kondisi yang jauh dari ramalan kebanyakan para ahli ekonomi saat itu. Dan ternyata kejadiannya adalah sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ramalan, harga minyak melambung menyebabkan kelesuan ekonomi dunia. Shell, yang sudah menyiapkan diri dengan berbagai skenario tersebut mampu memanfaatkan keadaan, sehingga melejit menjadi 3 besar dunia. Perusahaan lain yang beruntung dalam kondisi krisis minyak saat itu adalah perusahaan-perusahaan mobil Jepang yang sukses memasarkan mobil ukuran kecil bagi pasar Amerika (salah satunya adalah Honda Civic berukuran kecil, yang tadinya dipandang skeptis akan dibeli orang Amerika).
Hidup mengalir? Itulah yang terjadi pada sebagian besar orang (dan sering berakhir menyedihkan). Sebenarnya mereka bukan tanpa rencana, namun rencana mereka tak sesuai dengan kenyataan. Jadilah mereka terhanyut oleh kehidupan. Misalnya seorang mahasiswa, biasanya dia sudah membayangkan (punya cita-cita/mimpi) bahwa nanti setelah lulus dia akan bekerja di suatu tempat dengan gaji besar, menikah dengan idamannya dan punya anak, dan begini, dan begitu seterusnya. Apa yang terjadi? Kebanyakan mimpinya tak juga terwujud. Setiap hari masih naik angkutan yang sama, pergi dan pulang pada jadwal yang sama, dan merasakan hidupnya yang sama, tak juga maju-maju. Lebih celaka lagi sering kondisi berubah mendadak menyebabkan semua rencana kacau balau dan akhirnya hanya bisa pasrah menjalani hidup. Itulah contoh kebanyakan hidup yang mengalir.
“Ya kalau mengalirnya ke laut, kalau mengalirnya ke comberan… ?” gurau saya kepada teman. Maksudnya adalah, ya kalau dalam hidup ini –yang kita mengalir di dalamnya- ternyata betul membawa kita ke kondisi yang sesuai harapan dan mimpi kita (kerja keras, naik jabatan dan naik gaji, anak-anak tumbuh cerdas, keluarga bahagia, bisa haji dan keliling eropa, dll) tentu kita senang. Bagaimana kalau sebaliknya? Sikut-sikutan di kantor, krisis ekonomi lagi, sekolah makin mahal, PHK, dll. Tentu hidup yang mengalir itu akan berakhir di comberan. Ini namanya tragedi.
Yang betul adalah hidup mengalir dengan terkendali. Ibaratnya kita sedang main arung jeram menyusuri sungai, maka kalau kita menggunakan perahu karet yang baik, dengan dayung untuk kendali, bahkan dengan helm dan jaket pelampung, tentunya jauh lebih terkendali dibandingkan kita terjun ke sungai tanpa perahu karet, tanpa dayung, tanpa jaket pelampung. Menyiapkan diri dengan rakit, dayung, dan jaket pelampung itulah sikap seorang yang hidup dengan kendali. Kita tidak mampu mengendalikan arus sungai, namun kita selalu mampu mampu untuk mengambil sikap mengendalikan perahu kita.
Nah, kembali ke pelatihan analisa kompetitor di Telkom tadi, kesimpulan kami adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyiapkan multi skenario, bukan sekedar skenario tunggal. Dengan adanya multi skenario itu dapat dirancang strategi yang adaptif dan mampu mengatasi apapun skenario yang akhirnya terjadi. Berpegang hanya pada skenario tunggal menjadi sangat riskan mengingat perubahan politik, ekonomi, maupun teknologi di masa global ini bisa terjadi dengan sangat cepat.
Tiba-tiba terpikir dalam benak saya, bagaimana dengan skenario untuk diri kita sendiri? Apakah kita sudah punya multi skenario untuk masa depan? Bagaimana kalau karir kita tak berjalan mulus seperti yang kita bayangkan? Bagaimana kalau kondisi berkembang ke arah yang berlawanan dengan apa yang kita harapkan? Apakah kita sudah siap?
Bagaimana dengan tahun 2007 ini? Apakah ramalan mereka yang optimis itu benar terjadi (bahwa ekonomi Indonesia akan membaik, karena kondisi makro 2006 katanya sih baik)? Atau justru ramalan mereka yang pesimis lah yang terjadi (banyak bencana, krisis ekonomi global, ekonomi riil yang stagnan, banyak PHK)? Ah, mudah saja. Kita ambil saja semua ramalan itu menjadi multi skenario. Ada skenario positif optimis, dan ada yang negatif pesimis. Kemudian ambil beberapa strategi yang bisa mengantisipasi semua kemungkinan itu.
Jadi apa multi skenario Anda? Apa yang Anda rencanakan andai ekonomi membaik dan bisnis Anda juga ikut melejit? Bagaimana pula kalau ekonomi membaik, sayangnya bisnis Anda tidak termasuk yang beruntung menikmatinya, apa strategi Anda? Bagaimana pula kalau kondisi memburuk, peluang apa yang akan muncul dan bisa Anda manfaatkan? Bagaimana kalau kondisi memburuk dan bisnis Anda pun memburuk, apa persiapan (jaga-jaga/tabungan) yang sudah Anda lakukan? Bagaimana pula skenario hidup masa depan Anda, apakah sudah punya beberapa pandangan (atau hanya skenario tunggal yang –maunya- bagus-bagus dan sukses saja)? Bagaimana kalau karir melejit, dan bagaimana pula kalau karir ternyata anjlok? Bagaimana kalau kesehatan selalu bagus, bagaimana pula bila terjadi musibah? (Bahkan bagaimana kalau semua mimpi indah itu kandas karena ternyata kita mati muda, misalnya, sudahkah kita siap?)
Skenario planning tampaknya layak kita terapkan buat kita sendiri, bukan hanya untuk perusahaan kita. Tentunya biar kita menjadi lebih bijak dan penuh kendali saat ikut mengalir dalam kehidupan ini.
[sumber: milis]
“Ya.. kalau mengalir tanpa terkendali itu namanya HANYUT…,” tukas saya menimpali teman tersebut.
Kebanyakan orang hidup mengalir mengikuti irama jaman. Kebanyakan orang pula bertanya-tanya kenapa hidupnya tak juga maju?
Suatu ketika, dalam sebuah pelatihan tentang analisis kompetitor di PT Telkom, kami membahas tentang pentingnya Scenario Planning bagi sebuah perusahaan. Diskusi tersebut sangat seru dan intens, mengingat selama ini seringkali hanya ada satu perencanaan tunggal yang menjadi target perusahaan di awal tahun.
“Scenario Planning bukan ditujukan untuk meramalkan masa depan. Tujuan sesungguhnya adalah untuk mengantisipasi berbagai keadaan yang mungkin terjadi…,” demikian kami jelaskan kepada peserta, mengutip pendapat Michael Porter dalam bukunya Competitive Advantage, mengenai kegunaan scenario planning.
Mengantisipasi, itu adalah sikap yang lebih tepat daripada sekedar ‘meramalkan’ masa depan. Bila meramalkan, maka kita membuat perkiraan hal apa yang paling mungkin terjadi. Sedangkan mengantisipasi berarti membuat berbagai gambaran kemungkinan yang bisa terjadi, kemudian mengambil strategi untuk bersiap terhadap semua yang mungkin terjadi tersebut. Dan itulah tujuan utama scenario planning.
Scenario Planning sendiri mulai populer di tahu 70-an ketika terjadi krisis harga minyak dunia yang tiba-tiba melambung tinggi. Saat itu bukan tidak ada minyak, tapi harga minyak melambung karena krisis politik di Timur Tengah. Shell, adalah perusahaan minyak yang telah menerapkan scenario planning. Di awal tahun 70-an, Shell membuat berbagai skenario yang mungkin terjadi, salah satunya adalah melambungnya harga minyak dunia, suatu kondisi yang jauh dari ramalan kebanyakan para ahli ekonomi saat itu. Dan ternyata kejadiannya adalah sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ramalan, harga minyak melambung menyebabkan kelesuan ekonomi dunia. Shell, yang sudah menyiapkan diri dengan berbagai skenario tersebut mampu memanfaatkan keadaan, sehingga melejit menjadi 3 besar dunia. Perusahaan lain yang beruntung dalam kondisi krisis minyak saat itu adalah perusahaan-perusahaan mobil Jepang yang sukses memasarkan mobil ukuran kecil bagi pasar Amerika (salah satunya adalah Honda Civic berukuran kecil, yang tadinya dipandang skeptis akan dibeli orang Amerika).
Hidup mengalir? Itulah yang terjadi pada sebagian besar orang (dan sering berakhir menyedihkan). Sebenarnya mereka bukan tanpa rencana, namun rencana mereka tak sesuai dengan kenyataan. Jadilah mereka terhanyut oleh kehidupan. Misalnya seorang mahasiswa, biasanya dia sudah membayangkan (punya cita-cita/mimpi) bahwa nanti setelah lulus dia akan bekerja di suatu tempat dengan gaji besar, menikah dengan idamannya dan punya anak, dan begini, dan begitu seterusnya. Apa yang terjadi? Kebanyakan mimpinya tak juga terwujud. Setiap hari masih naik angkutan yang sama, pergi dan pulang pada jadwal yang sama, dan merasakan hidupnya yang sama, tak juga maju-maju. Lebih celaka lagi sering kondisi berubah mendadak menyebabkan semua rencana kacau balau dan akhirnya hanya bisa pasrah menjalani hidup. Itulah contoh kebanyakan hidup yang mengalir.
“Ya kalau mengalirnya ke laut, kalau mengalirnya ke comberan… ?” gurau saya kepada teman. Maksudnya adalah, ya kalau dalam hidup ini –yang kita mengalir di dalamnya- ternyata betul membawa kita ke kondisi yang sesuai harapan dan mimpi kita (kerja keras, naik jabatan dan naik gaji, anak-anak tumbuh cerdas, keluarga bahagia, bisa haji dan keliling eropa, dll) tentu kita senang. Bagaimana kalau sebaliknya? Sikut-sikutan di kantor, krisis ekonomi lagi, sekolah makin mahal, PHK, dll. Tentu hidup yang mengalir itu akan berakhir di comberan. Ini namanya tragedi.
Yang betul adalah hidup mengalir dengan terkendali. Ibaratnya kita sedang main arung jeram menyusuri sungai, maka kalau kita menggunakan perahu karet yang baik, dengan dayung untuk kendali, bahkan dengan helm dan jaket pelampung, tentunya jauh lebih terkendali dibandingkan kita terjun ke sungai tanpa perahu karet, tanpa dayung, tanpa jaket pelampung. Menyiapkan diri dengan rakit, dayung, dan jaket pelampung itulah sikap seorang yang hidup dengan kendali. Kita tidak mampu mengendalikan arus sungai, namun kita selalu mampu mampu untuk mengambil sikap mengendalikan perahu kita.
Nah, kembali ke pelatihan analisa kompetitor di Telkom tadi, kesimpulan kami adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyiapkan multi skenario, bukan sekedar skenario tunggal. Dengan adanya multi skenario itu dapat dirancang strategi yang adaptif dan mampu mengatasi apapun skenario yang akhirnya terjadi. Berpegang hanya pada skenario tunggal menjadi sangat riskan mengingat perubahan politik, ekonomi, maupun teknologi di masa global ini bisa terjadi dengan sangat cepat.
Tiba-tiba terpikir dalam benak saya, bagaimana dengan skenario untuk diri kita sendiri? Apakah kita sudah punya multi skenario untuk masa depan? Bagaimana kalau karir kita tak berjalan mulus seperti yang kita bayangkan? Bagaimana kalau kondisi berkembang ke arah yang berlawanan dengan apa yang kita harapkan? Apakah kita sudah siap?
Bagaimana dengan tahun 2007 ini? Apakah ramalan mereka yang optimis itu benar terjadi (bahwa ekonomi Indonesia akan membaik, karena kondisi makro 2006 katanya sih baik)? Atau justru ramalan mereka yang pesimis lah yang terjadi (banyak bencana, krisis ekonomi global, ekonomi riil yang stagnan, banyak PHK)? Ah, mudah saja. Kita ambil saja semua ramalan itu menjadi multi skenario. Ada skenario positif optimis, dan ada yang negatif pesimis. Kemudian ambil beberapa strategi yang bisa mengantisipasi semua kemungkinan itu.
Jadi apa multi skenario Anda? Apa yang Anda rencanakan andai ekonomi membaik dan bisnis Anda juga ikut melejit? Bagaimana pula kalau ekonomi membaik, sayangnya bisnis Anda tidak termasuk yang beruntung menikmatinya, apa strategi Anda? Bagaimana pula kalau kondisi memburuk, peluang apa yang akan muncul dan bisa Anda manfaatkan? Bagaimana kalau kondisi memburuk dan bisnis Anda pun memburuk, apa persiapan (jaga-jaga/tabungan) yang sudah Anda lakukan? Bagaimana pula skenario hidup masa depan Anda, apakah sudah punya beberapa pandangan (atau hanya skenario tunggal yang –maunya- bagus-bagus dan sukses saja)? Bagaimana kalau karir melejit, dan bagaimana pula kalau karir ternyata anjlok? Bagaimana kalau kesehatan selalu bagus, bagaimana pula bila terjadi musibah? (Bahkan bagaimana kalau semua mimpi indah itu kandas karena ternyata kita mati muda, misalnya, sudahkah kita siap?)
Skenario planning tampaknya layak kita terapkan buat kita sendiri, bukan hanya untuk perusahaan kita. Tentunya biar kita menjadi lebih bijak dan penuh kendali saat ikut mengalir dalam kehidupan ini.
[sumber: milis]
Saturday, March 4
Kenali Watak Sukses Para Pemimpin
Bill Gates (kaisar kerajaan Microsoft), Walt Disney (pemimpin Disney, perusahaan entertainment raksasa untuk anak-anak), Sam Walton (komandan Walmart, salah satu perusahaan retail terbesar dunia), Jeff Bezos (kapten perusahaan buku on-line, Amazon.com), Jack Welch (kepala suku perusahaan elektronik General Electronics), Ibu Theresa (tokoh yang dicinta berbagai lapisan di seluruh dunia).
Mereka merupakan pemimpin yang telah terbukti sukses membawa perusahaan dan orang-orang yang dipimpinnya untuk berprestasi gemilang di bidang masing-masing. Ingin sukes seperti para pemimpin dunia ini? Pelajari dan miliki watak sukses mereka.
Berpikir sukses Siapa yang mengira bahwa wanita di Indonesia yang lebih dari seabad lalu masih banyak yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sekarang banyak yang sudah menduduki posisi puncak di bidang yang ditekuni masing-masing? Prestasi fenomenal kaum wanita Indonesia ini adalah hasil buah pikir sukses Raden Ajeng Kartini yang dituangkan pada surat-surat yang dikirimkan pada teman-temannya di berbagai tempat.
Siapa yang menyangka komputer yang beberapa dekade lalu hanya digunakan di perusahaan-perusahaan besar karena ukurannya yang besar dan harganya yang sangat mahal, sekarang sudah menjadi perangkat yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan masyarakat masa kini? Bahkan komputer sudah masuk ke pelosok tanah air. Semua ini adalah hasil buah pikir sukses Bill Gates, sang kaisar di kerajaan bisnis Microsoft.
Siapa yang berani bermimpi bahwa kejadian historis (seperti pertandingan final piala dunia, perang, dan penganugrahan hadiah Nobel) di suatu tempat, bisa disaksikan secara "live" di belahan bumi yang berlawanan? Keajaiban ini adalah buah pikir sukses Ted Turner, "kepala suku" jaringan televisi dunia CNN.
Kartini, Bill Gates, Ted Turner meraih sukses karena mereka berpikir sukses. Hal ini bukan berarti mereka sama sekali tidak pernah mengalami kegagalan. Justru sebaliknya, kegagalan berkali-kali menimpa mereka. Namun karena mereka tidak berhenti untuk berpikir sukses, maka belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut, mereka bangkit dan mencari serta menciptakan kesempatan untuk meraih sukses. Ibu Kartini yang pada awal perjuangannya, banyak ditentang oleh bangsa sendiri, bahkan sanak keluarga sendiri karena dianggap melawan adat, tidak patah semangat, iapun menggalang dukungan dari orang-orang yang sependapat dan sepikir dengannya tanpa batas negara, etnis ataupun agama.
Ide Bill Gates tentang penyederhanaan penggunaan komputer baik secara fisik maupun fungsi ditolak berbagai calon investor yang didekatinya. Bahkan perusahaan-perusahaan komputer besar yang saat itu berjaya seolah mencibirkan bibir mereka atas "pemikiran sukses" Bill Gates. Namun watak kepimpinan Bill Gates yang kuat memacunya untuk terus berpikir sukses. Keteguhan untuk terus berpikir sukses inilah yang membukakan pintu sukses.
Demikian pula dengan Ted Turner, raja CNN. Beberapa kali gagal dalam berbisnis tidak membuatnya berhenti berupaya. Kegagalan demi kegagalan yang dihadapi dipelajari dengan seksama, sehingga ia tidak mengulanginya lagi. Hasilnya, kesuksesan gemilang diraih pemimpin perusahaan televisi dunia CNN.
Bicara sukses Karena pikiran mereka dipenuhi ide-ide sukses, maka apa yang keluar dari mereka juga adalah kata-kata sukses. Kata-kata ini disampaikan dengan sederhana, dan mudah dimengerti para pengikut sehingga bisa memotivasi dan memberi inspirasi kepada para pengikut untuk tetap optimis walaupun harus menghadapi berbagai kendala, krisis, dan masalah.
Bicara sukses bukanlah merangkai kata-kata bohong yang tak bermakna, sebaliknya kata-kata ini adalah menyiratkan kejujuran, harapan, dan rasa hormat yang ditunjukkan para pemimpin pada orang-orang yang mereka pimpin. Bicara sukses bukan berarti hanya bicara "manis" dengan menyembunyikan "kelemahan" para pemimpin sendiri ataupun para pengikut mereka. Bicara sukses juga mengungkap "kelemahan" dan "kekurangan" yang bisa dan harus diperbaiki dari sang pemimpin dan para pengikutnya. Jadi, fokusnya bukan pada kendalanya, tetapi kesempatan sukses di tengah kendala yang dihadapi.
Bung Tomo dan Bung Karno, pemimpin bangsa Indonesia di zaman revolusi telah menggugah hati dan semangat pemuda-pemudi Indonesia untuk berjuag meraih sukses yang telah diimpi-impikan bersama: Kemerdekaan Indonesia yang akhir minggu ini kita rayakan bersama.
Kedua pemimpin bangsa ini tidak menutupi adanya kendala yang mungkin dihadapi. Mereka mengingatkan adanya bahaya pemecah belahan yang mungkin dilakukan pihak musuh, namun dengan keteguhan dan kekompakan serta tekad untuk saling mendukung, maka kendala ini pasti bisa teratasi. Bayangkan jika kedua pemimpin bangsa ini hanya menyuarakan kekhawatiran dan keraguan mereka saja tanpa memompakan semangat dan harapan. Mungkin saat ini Indonesia masih berada di bawah cengkeraman penjajahan.
Karakter bicara sukses yang diperkuat dengan kejujuran, komitmen sukses, dan loyalitas, juga banyak dijumpai pada pemimpin dunia lain, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Aung San Suu Kyi. Para pemimpin ini senantiasa memompakan kata-kata sukses bagi
bangsa dan pengikut mereka untuk bangkit melawan dis-kriminasi, kemisikinan, penindasan, dan keputusasaan, walaupun banyak kendala yang harus dicermati, disiasati, dan diatasi.
Berbagi sukses
Seorang petani jagung, yang jagungnya selalu menang dalam kontes jagung di daerahnya diwawancarai oleh seorang wartawan. "Apa rahasia Bapak sampai 10 tahun ini terus menerus menjadi juara satu dalam kontes jangung di daerah ini?" demikian pertanyaan sang
wartawan. "Saya memberi bibit jagung unggul saya pada para petani di sekitar ladang saya," jawab si petani.
Dengan terheran-heran sang wartawan bertanya, "Mengapa begitu? Bukankah hal ini berarti Bapak memberi kesempatan pada lawan-lawan Bapak untuk menang?" Dengan bijak sang petani menjawab, "Jika para petani di sekitar saya menanam jagung yang buruk, maka benih dari
tanaman jagung yang mereka tanam akan terbang ke ladang saya dan bersatu dengan benih-benih jagung saya. Akibatnya, tanaman jagung saya kemungkinan tidak akan memiliki kualitas prima karena telah tercemar oleh benih-benih buruk tersebut."
Prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh para pemimpin yang sukses. Mereka sadar bahwa sukses tidak bisa diraih sendirian. Sukses tidak habis untuk dinikmati sendirian. Sukses harus diraih dan dinikmati bersama. Jadi untuk sukses, para pemimpin ini sadar bahwa mereka juga harus membuat orang lain sukses, sehingga kesuksesan bersama akan terasa lebih manis dari pada kesuksesan sendiri.
Walt Disney, dalam memproduksi film-film klasik dan fenomenalnya, juga menerapkan prinsip berbagi sukses. Disney sadar bahwa karya yang bagus perlu ditunjang oleh tim yang bagus dan mitra yang bagus pula. Untuk itu, Disney tidak segan-segan merekrut ilustrator, animator, pengisi suara, penulis naskah, sutradara dan insan film lainnya yang memiliki kualitas prima di bidang masing-masing. Tidak heran jika film-film hasil karya mereka (misalnya: Beauty and the Beast, Snow White, Pocahontas, Lion King) selalu mengundang decak kagum dunia. Untuk memproduksi film spektakuler, para pemimpin di perusahaan Disney juga bersedia bermitra dengan Pixar, perusahaan animasi terbaik di bidangnya baik dari segi teknologi maupun aspek kreatif. Buah hasil kerja sama ini adalah film-film animasi yang tidak hanya sukses meraih untung, tapi juga meraih penghargaan, misalnya: Bug's Life, Toy Story, dan Finding Nemo.
Mimpi sukses
Jika kita mendayung bersama dalam satu perahu, semua pendayung perlu memiliki pemahaman yang sama akan tempat yang akan dituju, sehingga bisa mendayung dengan irama yang sama. Namun, jika jika ada kebingungan tentang tempat tujuan yang telah ditetapkan, maka para pendayung kemungkinan akan mendayung kearah yang berlawanan, sehingga walaupun sudah bekerja keras, perahu tidak akan melaju, bahkan mungkin akan berputar-putar di satu titik saja. Demikian pula dengan kesuksesan, untuk memimpin anak buah menuju ke tempat "sukses", sang pemimpin perlu punya "mimpi" sukses. Tanpa mimpi ini, sang pemimpin tidak akan punya gambaran tentang kriteria sukses yang akan diraihnya bersama para pengikutnya.
Sam "Walmart" Walton merupakan pemimpin di dunia bisnis yang punya mimpi sukses dan berhasil menularkan mimpi ini pada para pengikut mereka. Sam Walton bermimpi untuk menghadirkan sebuah "superstore" yang memberikan keramahan pelayanan, kenyamanan tempat, keamanan berbelanja, harga murah, dan variasi barang yang beragam dengan kualitas prima bagi para pelanggan. Agar mimpi bisa terwujud, Sam Walton senantiasa membagikan mimpinya pada para karyawan Walmart. Ia lalu berkeliling untuk bertemu muka dan berkomunikasi dengan para manajer toko, dan pegawai di berbagai outlet Walmart di seluruh Amerika Serikat. Usahanya ini membuahkan kesamaan visi, sehinga seluruh jajaran bisa bersinergi untuk meraih sukses yang telah dimimpikan bersama.
Peta sukses
Setelah mimpi sukses dimiliki, seorang pemimpin perlu memiliki "peta sukses." Dengan peta ini, sang pemimpin bisa memilih alternatif rute yang paling efektif untuk meraih sukses. Orang kebanyakan biasanya akan memilih jalan yang sudah dikenalnya, ataupun yang paling sering dilalui orang, karena takut dan enggan mengambil resiko mencari jalan baru. Seorang pemimpin, dengan modal peta yang dimiliki, justru bisa mengendalikan rasa takutnya untuk mencari, mencoba, atau bahkan membuka jalan baru menuju sukses. Pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan seorang pemimpin di bidang yang ditekuni merupakan peta yang ampuh dan akurat untuk membantu mencari rute terbaik meraih sukses.
Jeff "Amazon.com" Bezos, yang sudah banyak makan asam dan garam di dunia teknologi informasi berusaha mencari bahkan membuka jalan baru untuk menyediakan jasa penjualan buku yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa batasan tempat dan waktu. Jika orang kebanyakan memilih usaha "toko buku" untuk mewujudkan mimpi ini, maka Jeff Bezos, membuka jalan baru, on-line bookstore, untuk meraih mimpi suksesnya.
Rencana strategis untuk sukses
Setelah peta dipelajari dan dikuasai dengan baik, rute-rute alternatif ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyusur rencana strategis meraih sukses. Untuk sampai ketempat tujuan, perlu disusun rencana mengenai kendaraan apa yang akan digunakan, tempat-tempat pemberhentian mana yang akan disinggahi, siapa saja yang akan dihubungi untuk memperoleh dukungan dan fasilitas yang diperlukan, dan berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan semua ini. Semua ini perlu dirancang dengan akurat, namun fleksibel, dengan menyisakan kemungkinan untuk penyesuaian terhadap kondisi dan kejadian yang mungkin saja tidak 100% sesuai dengan yang telah diperkirakan sebelumnya.
Jack Welch adalah seorang pemimpin yang merancang sukses dengan menyusun rencana strategis jitu dengan melibatkan jajaran pimpinan perusahaan di tempat ia berkerja. Untuk meraih sukses, Welch mengajak anak buahnya untuk "melihat" kemasa depan: apa yang bisa
membuat mereka gagal dalam persaingan, strategi apa yang harus dilakukan agar hal ini tidak terjadi atau strategi apa yang harus diciptakan agar kondisinya bahkan terbalik: mereka menang dalam persaingan. Strategi ini dikenal dengan singkatan DYB (Destroy Your Business) dan GYB (Grow Your Business).
Tindakan sukses
Yang membedakan seorang pemimpin yang sukses dari yang gagal adalah keberanian untuk mengambil tindakan. Jika orang lain hanya berhenti pada mimpi sukses, ataupun menyusun rencana sukses, maka seorang pemimpin yang sukses berani mengambil keputusan untuk bertindak meraih sukses. Tentu saja tindakan ini tidak membabi buta, melainkan sudah dipikirkan sungguh-sungguh, dengan perencanaan yang rinci, dan persiapan yang matang.
Dalam mengambil tindakan sukses, Colin Powell, salah satu pemimpin perang Irak yang sebelumnya, menerapkan prinsip P= 40 � 70. Menurut Colin Powell, jika kesempatan sukses ada pada rentang probabilita 40% sampai 70%, dengan informasi, ketrampilan, dan kemampuan yang berhasil dibangun, maka jangan ragu lagi untuk mengambil keputusan. Jika kita menunda untuk bertindak, ada kemungkinan ide dan rencana yang sudah disusun akan menjadi sia-sia, karena orang lain sudah mendahului kita untuk meraih sukses yang kita impikan. Ingin menjadi pemimpin yang sukses? Pelajari dan milikilah watak seorang pemimpin yang sukes. Ingin mencari pemimpin yang bisa membawa kita ke tujuan sukses? Carilah orang yang menunjukan kualitas seorang pimpimpin.
[sumber: Roy Sembel]
Mereka merupakan pemimpin yang telah terbukti sukses membawa perusahaan dan orang-orang yang dipimpinnya untuk berprestasi gemilang di bidang masing-masing. Ingin sukes seperti para pemimpin dunia ini? Pelajari dan miliki watak sukses mereka.
Berpikir sukses Siapa yang mengira bahwa wanita di Indonesia yang lebih dari seabad lalu masih banyak yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sekarang banyak yang sudah menduduki posisi puncak di bidang yang ditekuni masing-masing? Prestasi fenomenal kaum wanita Indonesia ini adalah hasil buah pikir sukses Raden Ajeng Kartini yang dituangkan pada surat-surat yang dikirimkan pada teman-temannya di berbagai tempat.
Siapa yang menyangka komputer yang beberapa dekade lalu hanya digunakan di perusahaan-perusahaan besar karena ukurannya yang besar dan harganya yang sangat mahal, sekarang sudah menjadi perangkat yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan masyarakat masa kini? Bahkan komputer sudah masuk ke pelosok tanah air. Semua ini adalah hasil buah pikir sukses Bill Gates, sang kaisar di kerajaan bisnis Microsoft.
Siapa yang berani bermimpi bahwa kejadian historis (seperti pertandingan final piala dunia, perang, dan penganugrahan hadiah Nobel) di suatu tempat, bisa disaksikan secara "live" di belahan bumi yang berlawanan? Keajaiban ini adalah buah pikir sukses Ted Turner, "kepala suku" jaringan televisi dunia CNN.
Kartini, Bill Gates, Ted Turner meraih sukses karena mereka berpikir sukses. Hal ini bukan berarti mereka sama sekali tidak pernah mengalami kegagalan. Justru sebaliknya, kegagalan berkali-kali menimpa mereka. Namun karena mereka tidak berhenti untuk berpikir sukses, maka belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut, mereka bangkit dan mencari serta menciptakan kesempatan untuk meraih sukses. Ibu Kartini yang pada awal perjuangannya, banyak ditentang oleh bangsa sendiri, bahkan sanak keluarga sendiri karena dianggap melawan adat, tidak patah semangat, iapun menggalang dukungan dari orang-orang yang sependapat dan sepikir dengannya tanpa batas negara, etnis ataupun agama.
Ide Bill Gates tentang penyederhanaan penggunaan komputer baik secara fisik maupun fungsi ditolak berbagai calon investor yang didekatinya. Bahkan perusahaan-perusahaan komputer besar yang saat itu berjaya seolah mencibirkan bibir mereka atas "pemikiran sukses" Bill Gates. Namun watak kepimpinan Bill Gates yang kuat memacunya untuk terus berpikir sukses. Keteguhan untuk terus berpikir sukses inilah yang membukakan pintu sukses.
Demikian pula dengan Ted Turner, raja CNN. Beberapa kali gagal dalam berbisnis tidak membuatnya berhenti berupaya. Kegagalan demi kegagalan yang dihadapi dipelajari dengan seksama, sehingga ia tidak mengulanginya lagi. Hasilnya, kesuksesan gemilang diraih pemimpin perusahaan televisi dunia CNN.
Bicara sukses Karena pikiran mereka dipenuhi ide-ide sukses, maka apa yang keluar dari mereka juga adalah kata-kata sukses. Kata-kata ini disampaikan dengan sederhana, dan mudah dimengerti para pengikut sehingga bisa memotivasi dan memberi inspirasi kepada para pengikut untuk tetap optimis walaupun harus menghadapi berbagai kendala, krisis, dan masalah.
Bicara sukses bukanlah merangkai kata-kata bohong yang tak bermakna, sebaliknya kata-kata ini adalah menyiratkan kejujuran, harapan, dan rasa hormat yang ditunjukkan para pemimpin pada orang-orang yang mereka pimpin. Bicara sukses bukan berarti hanya bicara "manis" dengan menyembunyikan "kelemahan" para pemimpin sendiri ataupun para pengikut mereka. Bicara sukses juga mengungkap "kelemahan" dan "kekurangan" yang bisa dan harus diperbaiki dari sang pemimpin dan para pengikutnya. Jadi, fokusnya bukan pada kendalanya, tetapi kesempatan sukses di tengah kendala yang dihadapi.
Bung Tomo dan Bung Karno, pemimpin bangsa Indonesia di zaman revolusi telah menggugah hati dan semangat pemuda-pemudi Indonesia untuk berjuag meraih sukses yang telah diimpi-impikan bersama: Kemerdekaan Indonesia yang akhir minggu ini kita rayakan bersama.
Kedua pemimpin bangsa ini tidak menutupi adanya kendala yang mungkin dihadapi. Mereka mengingatkan adanya bahaya pemecah belahan yang mungkin dilakukan pihak musuh, namun dengan keteguhan dan kekompakan serta tekad untuk saling mendukung, maka kendala ini pasti bisa teratasi. Bayangkan jika kedua pemimpin bangsa ini hanya menyuarakan kekhawatiran dan keraguan mereka saja tanpa memompakan semangat dan harapan. Mungkin saat ini Indonesia masih berada di bawah cengkeraman penjajahan.
Karakter bicara sukses yang diperkuat dengan kejujuran, komitmen sukses, dan loyalitas, juga banyak dijumpai pada pemimpin dunia lain, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Aung San Suu Kyi. Para pemimpin ini senantiasa memompakan kata-kata sukses bagi
bangsa dan pengikut mereka untuk bangkit melawan dis-kriminasi, kemisikinan, penindasan, dan keputusasaan, walaupun banyak kendala yang harus dicermati, disiasati, dan diatasi.
Berbagi sukses
Seorang petani jagung, yang jagungnya selalu menang dalam kontes jagung di daerahnya diwawancarai oleh seorang wartawan. "Apa rahasia Bapak sampai 10 tahun ini terus menerus menjadi juara satu dalam kontes jangung di daerah ini?" demikian pertanyaan sang
wartawan. "Saya memberi bibit jagung unggul saya pada para petani di sekitar ladang saya," jawab si petani.
Dengan terheran-heran sang wartawan bertanya, "Mengapa begitu? Bukankah hal ini berarti Bapak memberi kesempatan pada lawan-lawan Bapak untuk menang?" Dengan bijak sang petani menjawab, "Jika para petani di sekitar saya menanam jagung yang buruk, maka benih dari
tanaman jagung yang mereka tanam akan terbang ke ladang saya dan bersatu dengan benih-benih jagung saya. Akibatnya, tanaman jagung saya kemungkinan tidak akan memiliki kualitas prima karena telah tercemar oleh benih-benih buruk tersebut."
Prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh para pemimpin yang sukses. Mereka sadar bahwa sukses tidak bisa diraih sendirian. Sukses tidak habis untuk dinikmati sendirian. Sukses harus diraih dan dinikmati bersama. Jadi untuk sukses, para pemimpin ini sadar bahwa mereka juga harus membuat orang lain sukses, sehingga kesuksesan bersama akan terasa lebih manis dari pada kesuksesan sendiri.
Walt Disney, dalam memproduksi film-film klasik dan fenomenalnya, juga menerapkan prinsip berbagi sukses. Disney sadar bahwa karya yang bagus perlu ditunjang oleh tim yang bagus dan mitra yang bagus pula. Untuk itu, Disney tidak segan-segan merekrut ilustrator, animator, pengisi suara, penulis naskah, sutradara dan insan film lainnya yang memiliki kualitas prima di bidang masing-masing. Tidak heran jika film-film hasil karya mereka (misalnya: Beauty and the Beast, Snow White, Pocahontas, Lion King) selalu mengundang decak kagum dunia. Untuk memproduksi film spektakuler, para pemimpin di perusahaan Disney juga bersedia bermitra dengan Pixar, perusahaan animasi terbaik di bidangnya baik dari segi teknologi maupun aspek kreatif. Buah hasil kerja sama ini adalah film-film animasi yang tidak hanya sukses meraih untung, tapi juga meraih penghargaan, misalnya: Bug's Life, Toy Story, dan Finding Nemo.
Mimpi sukses
Jika kita mendayung bersama dalam satu perahu, semua pendayung perlu memiliki pemahaman yang sama akan tempat yang akan dituju, sehingga bisa mendayung dengan irama yang sama. Namun, jika jika ada kebingungan tentang tempat tujuan yang telah ditetapkan, maka para pendayung kemungkinan akan mendayung kearah yang berlawanan, sehingga walaupun sudah bekerja keras, perahu tidak akan melaju, bahkan mungkin akan berputar-putar di satu titik saja. Demikian pula dengan kesuksesan, untuk memimpin anak buah menuju ke tempat "sukses", sang pemimpin perlu punya "mimpi" sukses. Tanpa mimpi ini, sang pemimpin tidak akan punya gambaran tentang kriteria sukses yang akan diraihnya bersama para pengikutnya.
Sam "Walmart" Walton merupakan pemimpin di dunia bisnis yang punya mimpi sukses dan berhasil menularkan mimpi ini pada para pengikut mereka. Sam Walton bermimpi untuk menghadirkan sebuah "superstore" yang memberikan keramahan pelayanan, kenyamanan tempat, keamanan berbelanja, harga murah, dan variasi barang yang beragam dengan kualitas prima bagi para pelanggan. Agar mimpi bisa terwujud, Sam Walton senantiasa membagikan mimpinya pada para karyawan Walmart. Ia lalu berkeliling untuk bertemu muka dan berkomunikasi dengan para manajer toko, dan pegawai di berbagai outlet Walmart di seluruh Amerika Serikat. Usahanya ini membuahkan kesamaan visi, sehinga seluruh jajaran bisa bersinergi untuk meraih sukses yang telah dimimpikan bersama.
Peta sukses
Setelah mimpi sukses dimiliki, seorang pemimpin perlu memiliki "peta sukses." Dengan peta ini, sang pemimpin bisa memilih alternatif rute yang paling efektif untuk meraih sukses. Orang kebanyakan biasanya akan memilih jalan yang sudah dikenalnya, ataupun yang paling sering dilalui orang, karena takut dan enggan mengambil resiko mencari jalan baru. Seorang pemimpin, dengan modal peta yang dimiliki, justru bisa mengendalikan rasa takutnya untuk mencari, mencoba, atau bahkan membuka jalan baru menuju sukses. Pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan seorang pemimpin di bidang yang ditekuni merupakan peta yang ampuh dan akurat untuk membantu mencari rute terbaik meraih sukses.
Jeff "Amazon.com" Bezos, yang sudah banyak makan asam dan garam di dunia teknologi informasi berusaha mencari bahkan membuka jalan baru untuk menyediakan jasa penjualan buku yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa batasan tempat dan waktu. Jika orang kebanyakan memilih usaha "toko buku" untuk mewujudkan mimpi ini, maka Jeff Bezos, membuka jalan baru, on-line bookstore, untuk meraih mimpi suksesnya.
Rencana strategis untuk sukses
Setelah peta dipelajari dan dikuasai dengan baik, rute-rute alternatif ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyusur rencana strategis meraih sukses. Untuk sampai ketempat tujuan, perlu disusun rencana mengenai kendaraan apa yang akan digunakan, tempat-tempat pemberhentian mana yang akan disinggahi, siapa saja yang akan dihubungi untuk memperoleh dukungan dan fasilitas yang diperlukan, dan berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan semua ini. Semua ini perlu dirancang dengan akurat, namun fleksibel, dengan menyisakan kemungkinan untuk penyesuaian terhadap kondisi dan kejadian yang mungkin saja tidak 100% sesuai dengan yang telah diperkirakan sebelumnya.
Jack Welch adalah seorang pemimpin yang merancang sukses dengan menyusun rencana strategis jitu dengan melibatkan jajaran pimpinan perusahaan di tempat ia berkerja. Untuk meraih sukses, Welch mengajak anak buahnya untuk "melihat" kemasa depan: apa yang bisa
membuat mereka gagal dalam persaingan, strategi apa yang harus dilakukan agar hal ini tidak terjadi atau strategi apa yang harus diciptakan agar kondisinya bahkan terbalik: mereka menang dalam persaingan. Strategi ini dikenal dengan singkatan DYB (Destroy Your Business) dan GYB (Grow Your Business).
Tindakan sukses
Yang membedakan seorang pemimpin yang sukses dari yang gagal adalah keberanian untuk mengambil tindakan. Jika orang lain hanya berhenti pada mimpi sukses, ataupun menyusun rencana sukses, maka seorang pemimpin yang sukses berani mengambil keputusan untuk bertindak meraih sukses. Tentu saja tindakan ini tidak membabi buta, melainkan sudah dipikirkan sungguh-sungguh, dengan perencanaan yang rinci, dan persiapan yang matang.
Dalam mengambil tindakan sukses, Colin Powell, salah satu pemimpin perang Irak yang sebelumnya, menerapkan prinsip P= 40 � 70. Menurut Colin Powell, jika kesempatan sukses ada pada rentang probabilita 40% sampai 70%, dengan informasi, ketrampilan, dan kemampuan yang berhasil dibangun, maka jangan ragu lagi untuk mengambil keputusan. Jika kita menunda untuk bertindak, ada kemungkinan ide dan rencana yang sudah disusun akan menjadi sia-sia, karena orang lain sudah mendahului kita untuk meraih sukses yang kita impikan. Ingin menjadi pemimpin yang sukses? Pelajari dan milikilah watak seorang pemimpin yang sukes. Ingin mencari pemimpin yang bisa membawa kita ke tujuan sukses? Carilah orang yang menunjukan kualitas seorang pimpimpin.
[sumber: Roy Sembel]
Subscribe to:
Posts (Atom)